Breaking

Rabu, 26 Mei 2021

Singapura Setujui Penggunaan Alat Tes Covid-19 Melalui Napas

 Singapura Setujui Penggunaan Alat Tes Covid-19 Melalui Napas

KLIK66 Pihak berwenang Singapura untuk sementara menyetujui penggunaan alat tes Covid-19 melalui napas (breathalyser test) yang berlangsung hanya sekitar 60 detik, menurut perusahaan start up yang mengembangkan alat tersebut.

Breathonix, sebuah perusahaan spin-off dari National University of Singapore (NUS), menyampaikan pihaknya saat ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Singapura melakukan uji coba alat tersebut di titik perbatasan dengan Malaysia.

BACA JUGA : China Bantah Laporan Koran AS Sebut Peneliti di Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19

Analisis napas ini akan dilakukan di samping tes antigen.

Dikutip dari Reuters, Rabu (26/5), alat tes ini dijual antara 5-10 dolar Singapura atau sekitar Rp 53 ribu sampai Rp 103 ribu per buah, tergantung jumlah yang dibeli, menurut seorang perwakilan perusahaan.

Tahun lalu, perusahaan ini mengatakan tes napas mendapatkan akurasi lebih dari 90 persen dalam uji coba percontohan di Singapura.

Situs web Otoritas Ilmu Kesehatan mengonfirmasi persetujuan tersebut, yang disebut perusahaan merupakan sistem pertama yang memperoleh otorisasi sementara di Singapura.

Sistem tersebut menggunakan corong sekali pakai dan dirancang untuk memastikan tidak ada kontaminasi silang. Setelah meniup alat tersebut, teknologi tersebut menguji senyawa kimia dari napas untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi atau tidak.
Setiap individu yang hasilnya positif Covid-19 harus menjalani tes PCR.

Breathonix mengatakan sedang berdiskusi dengan beberapa organisasi lokal dan luar negeri untuk menggunakan sistem tersebut, dengan alasan minat komersial yang kuat. Negara lain, termasuk Indonesia dan Belanda, telah melakukan tes pernapasan serupa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar